Pandangan dan Manfaat Tulis-Menulis
Oktober 01, 2013
Bissmillahirrahmanirrahim.
Mungkin untuk selalu bisa mengungkapkan perasaan menggunakan lisan terhitung tak mudah. Acap kali kita lebih memilih berdiam diri karena tak menemukan cara yang tepat untuk mendeskripsikan apa yang kita rasakan atau kita pikirkan.
Mungkin untuk selalu bisa mengungkapkan perasaan menggunakan lisan terhitung tak mudah. Acap kali kita lebih memilih berdiam diri karena tak menemukan cara yang tepat untuk mendeskripsikan apa yang kita rasakan atau kita pikirkan.
Namun pada dasarnya ada metode lain yang dapat kita lakukan untuk bisa mengapresiasikan perasaan atau pikiran kita yaitu dengan tulisan. Mungkin beberapa diantara kita sudah memiliki pola pikir yang berpendapat bahwa menulis adalah solusinya. Ya, pada kenyataannya survey mengatakan tulisan dapat menjadi perwakilan dari apa yang ingin disampaikan.
Terlebihnya tulisan adalah objek untuk seseorang lebih mengenal kita dari segi pola pikir dan kepribadian. Walaupun terdapat banyak yang kita sembunyikan namun didalam tulisan itu secara tidak langsung dapat mengekspresikan siapa penulis sebenarnya. Karena dalam tulisan tak lepas dari kaitan pola pikir dan karakter masing-masing.
Terlebihnya tulisan adalah objek untuk seseorang lebih mengenal kita dari segi pola pikir dan kepribadian. Walaupun terdapat banyak yang kita sembunyikan namun didalam tulisan itu secara tidak langsung dapat mengekspresikan siapa penulis sebenarnya. Karena dalam tulisan tak lepas dari kaitan pola pikir dan karakter masing-masing.
Dalam keanekaragaman budaya sekarang banyak yang lupa jika tulis-menulis merupakan suatu budaya yang dapat membangun karakter bangsa. Kenapa dikaitan dengan karakter bangsa? Ya, karena karakter dalam penulisan yaitu syarat utama adalah kejujuran. Jika saja kita tak jujur dalam penulisan atau suatu ide maka akhir pada tulisan tersebut akan menjadi tidak relevan.
Karakter bangsa Indonesia yang selalu ditanamkan yaitu kejujuran. Jika dalam tulisan saja kita tidak jujur bagaimana dengan perkataan atau tindakan yang kita lakukan? Tentunya perlu pula kesadaran dalam benak masing masing untuk membangun karakter yang jujur sebagai wujud cinta tanah air.
Kearifan lokal yang dibendung dari masa lampau juga mencatat sejarah bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari tulis-menulis. Contohnya R.A Kartini yang mendeklarasikan kemerdekaan wanita melalui surat menyuratnya dengan bangsa Belanda. Banyak pesan-pesan dari R.A Kartini yang harus kita contoh sebagimana telah membuktikan kepada kita bahwa kebebasan suatu hal tak hanya dapat dilakukan secara fisik, namun dapat pula kita tunjukan dengan intelektual atau dengan jalur diplomasi.
Tulis-menulis selalu berkaitan dengan kehidupan. Walaupun tuntutan zaman yang semua serba instan namun pada dasarnya tulis-menulis tetap selalu terikat. Contohnya, saat kita ingin mudah mencari informasi untuk mengerjakan tugas banyak media massa yang memfasilitasi namun untuk kata kunci pencarian perlunya penulisan yang kita lakukan. Walaupun hanya satu kata namun ada itikat baik untuk menulis.
Semakin banyak kita menulis maka semakin baik pula pola pemikiran kita. Kenapa demikian? Karena sebelum kita menulis maka kita harus memperbanyak pembendaharaan kata untuk mempermudah penulisan, dan secara tidak langsung ketika kita membaca maka kita menambah wawasan dan memberikan pola pikir yang lebih baik.
So.... buat temen temen yang belum pernah menulis latih diri dengan menulis dibuku harian atau blog yag:) karena manfaat yang kita peroleh akan berkecimpung pada diri kita masing masing :)
Salam Sastra
0 komentar