Sederhana Itu Sempurna
Oktober 26, 2013Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang
menjadikannya abu, Seperti isyarat yang tak pernah diutarakan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Sepenggal bait puisi "Aku Ingin" dari Sapardi Djoko Damono yang sangat disukai.
Sungguh dalam maknanya. Sama seperti motto blog ini Kata akan bermakna
jika berasal dari hati yang menjadi sebuah kebenaran (kejujuran) tapi
kata yang tidak bersumber dari hati hanyalah sebuah kebohongan. Kata
akan punya rupa jika disertai kemauan yang baik. Kata akan punya daya
pengikat hati dan penyatuan jiwa jika disertai kemampuan kepribadian
untuk bermakna.
Sederhana tetapi bermakna. Begitu juga hal-hal lain yang disukai, bunga
sakura. Filosofi bunga sakura juga sangat dalam. Sakura sebagai lambang
Negara Jepang juga memiliki makna yang dalam. Sakura hanya berbunga pada
musim tertentu, ia memberikan kecerian dan kebahagian ketika berbunga,
singkat memang hidupnya tapi bermakna sebelum ia mati.
Sakura, hidup singkat, bermakna lalu mati.
Sederhana tapi bermakna. Ada satu hal lagi perlambang bunga Lotus. Dalam
bahasa kanjinya "Bu Yong" juga memiliki filosofinya sendiri, hidup tapi
mati, mati tapi hidup. Bunga Lotus, yang hanya bisa dilihat dari
kejauahan karena ia hidup di tengah danau dan memerlukan pengorbanan
untuk bisa mendapatkannya. Ia hidup di atas lumpur, memberikan keindahan
bagi mata yang memandang. Bunga lotus, menancapkan akarnya jauh ke
dalam lumpur, senyatanya ia berbunga lalu mati tetapi meninggalkan benih
kehidupan, matinya ia meninggalkan biji yang kemudian jatuh ke dalam
lumpur untuk menjadi benih kehidupannya selanjutnya.
Memang hidup banyak memberikan pelajaran dan hikmah. Hakekatnya hidup itu belajar bertumbuh.
0 komentar