Semesta Memberi Senja
Agustus 01, 2014Berulang kali Semesta selalu menyampaikan pesan kepada Senja.
Sang Matahari tak selamanya menemani hari. Sang Matahari tak selalu ada di kala hari. Matahari hanya singgah sejenak diSenja dan menghilang pada Rembulan.
Kupikir masalah utama hanya antara Matahari dan Senja, namun beriringan dengan waktu Rembulan selalu menghantui Matahari.
Tak mungkin rasanya Rembulan sanggup menunggu datangnya Matahari hingga pergantian hari.
Apalah arti visi tanpa misi. Mungkin Rembulan tampak hadir bersama Bintang, Tapi apakah kau tak peka selama ini Rembulan selalu menunggumu, Matahari?
Aku sang Senja, hanya persyaratan ada diantara cerita kalian. Hanya angin singgahan ketika Matahari lelah dan redup.
Ntahlah apa Matahari tetap indah disetiap pandangan manusia, tapi Matahari selalu menggoreskan seka luka untuk Senja.
Luka singgahan, merasa senja ada saat Matahari sedih. Dan melupakan senja saat kebahagiaan ada dibalik Rembulan.
Begitu indah Matahari menutupi Rembulan, melindungi Rembulan. Walaupun bulan hanya ia temui saat dipuncak tugas Matahari.
Berbeda dengan Senja. Senja mengiring matahari menyelesaikan hari dengan warna indah dilangit, menemani setiap periringan harinya. Namun masih saja Rembulan yg ditunggu matahari.
Mungkin Semesta mengisyaratkan Senja untuk berhenti. Berhenti mengiring Matahari hingga menemui Bulan agar tak ada lagi luka asa yg tersisa diSenja.
Namun semua terlalu dini, terlalu banyak waktu yang menghantarkan Matahari bersama senja, terlalu lama Senja menemani perjalanan Matahari.
Senja hanya sulit melepas Matahari bersama Bulan di balik hari.
0 komentar