­

Salahku?

Agustus 03, 2014

Angin laut menyapa dengan tamparan keras. Tak bersisa jejak tanda tanda kehidupan.
Semua terhapus dengan tempo cepat dengan paksaan. Aku tak mau tapi harus.
Tapi selalu ada hal yang menghalangi.
Ntah kenapa aku bodoh mungkin terlalu bodoh.
Aku takut tapi aku berani.
Aku takut dengan pemikiran dan dugaan yang berbeda, menghantarkanku pada omongan manusia lainnya.
Ya, dan aku juga merasakan salah.
Mungkin aku juga salah membiarkan komunikasi hilang seperti yang kau inginkan hingga ada yang mengisi kekosongannya.
Tapi itu maumu, apa menjadi kesalahanku?
aku hanya sedikit memberi peluang bebas sayang, aku pikir dengan pengertian yang aku kasih bisa membuat semua berjalan sewajarnya.
Tapi ternyata aku salah.
Aku terjebak dipermainanmu dan mengantarmu di final permainan.
Final dengan keputusan berjalan dengan hidup masing masing.
Final dengan menghapus harapan harapan besar yang ingin diraih.
Terlalu singkat dan terlalu mudah bukan? :')
Seolah dunia milikmu yang kau selalu mainkan disekitarmu.
Aku tak tahu rasa nyaman yang kau dapati itu berjalan lama atau hanya sementara.
Aku tak mengerti bahwa kau dapati nyaman itu dengan cara persembunyianmu?
It's perfect game baby. Kamu skenario yang hebat. Mengatur semua dengan moody, dan kau sebenarnya sadar. Kau juga termainkan dengan "moody-mu" sendiri.
Aku si senjamu, peristirahatan sejenakmu. Dari awal sampai kapanpun hanya ingin perubahan besar dihidupmu. Hanya ingin kau mengerti bahwa semesta berjalan beriringan. Jangan hancurkan semuanya, belajarlah setia.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Total Tayangan Halaman

Followers