Jiwa yang besar dan berwibawa~

April 13, 2013

Terimakasih banyak ku lantunkan kepada kamu yang berlapang dada dan berjiwa besar.

          Tak bisa kututurkan semua apa yang kau perjuangkan......
Aku tahu begitu banyak ribuan bahkan jutaan perbedaan yang ada pada diri kita berdua, tapi entah kenapa perbedaan itu selalu menjadi lenyap dan menjelma menjadi tak berdaya ketika kau menjadi sosok yang sangat berjiwa besar untuk membuka hatimu kembali dan lagi lagi memaafkan kesalahanku.
          Tak sedikit dan tak begitu mudah kesalahan yang aku buat, kesan pertama saat disimpulakan bukan aku yang salah. Namun setelah aku tela'ah lagi, ternyata kau benar. Aku terlalu ego untuk diriku sendiri, memikirkan apa yang aku rasa saja tanpa memikirkan rasanya menjadi kau.
          Mementingkan diri sendiri dari kepentingan dirimu, memaksakan kebahagiaanku diatas kebahagianmu, dan menetapkan kesalahan diatas kebahagiaanmu.
           Merasa sangat sangat bersalah dan sangat sangat sedih, saat janjinya yang aku buat itu ternyata belum aku pertanyaakan lagi. Kata kata besar aku yang meyakinkanmu itu tak berbuah hasil yang cepat, dan itu hanya membuatmu menjadi semakin tertanam menjadi benih yang tak berdaya.
          Insan mana yang hatinya sama sekali tidak tersentuh ketika kejahatan dibalas dengan kebaikan dan kebagiaan. Ternyata selama ini aku yang buta, buta akan semua peran peranmu. Dan sekarang mata ini baru terbuka besar bahwa aku membutuhkan sosokmu. Sosok yang aku butuhkan ketika semua menghilang dan kau hanya satu-satunya yang mendengar setelah Allah yang paling setia kepadaku..
          Dan dalam keadaan apapun, bahkan saat kita terancam dengan perselisihan aku melontarkan masalahku tetap kau dengarkan. Walau kadang kesalahan kecil itu menyeruak menjadi besar dan lagi lagi membuat pertengkaran besar diantara kita, teteap sosok mu lagi yang berbesar hati untuk memaafkan. Dan tak dipungkiri setiap perkelahian selalu aku yang membuat masalah.
          Bodohnya aku, ketika kita beradu argumen aku terus dengan pantang untuk menganggap diri aku salah, tapi ternyata aku memang salah dan lagi lagi kau benar.
          Aku terhenyak ketika kau mengingatkan dengan janji kelas 2 itu...
seiring berjalannya waktu aku memang tak tersadarkan dengan rotasi waktu yang membuat kenaikan kelas 2 hanya terhitung beberapa bulan lagi. Dan itu menjadi hal yang menegangkan untukku utarakan.
          Tak mungkinlah kebaikanmu itu akan aku corengkan lagi dengan kesalahanku, tapi bagaimanaaaaaaaaaa:"""""((((( 

Terimakasih selalu mencoba untuk mengerti bagaimana menjadi aku dan bagaimana posisi aku:')
Kau bermata indah, ku tunggu kau di surga:'(:')O:)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Total Tayangan Halaman

Followers