Alangkah Baiknya Jika Aku Tak Bertemu Denganmu~
Maret 05, 2013 Jikalau harus aku tau bahwa pertemuan itu hanya berkisaran untuk pertemuan terakhir tanpa ada mengisahkan sesuatu hal yang membuat hati ini bahagia, alangkah lebih menariknya jika pertemuan yang singkat itu menjadi momentum yang tak terlupakan.
Tapi ternyata aku salah, pertemuan yg direncanakan dengan amarah ternyata berakhir dengan amarah pula. Sangat disayangkan saat perasaan aku yang mulai kembali lalu kau yang menjauh dan begitu juga dengan dulunya yang kau ingin sangat dekat dengan aku namun aku yang jauh.
Aku tak tau mengapa rasanya terlalu sering untuk dipermainkan waktu, waktu yang berputar dan seolah olah membuat semuanya kembali terus berulang ulang.
Jenuh tapi kenyataannya aku dan kau tak bisa lari dari kenyataan ini. Saat aku mengenal kau maka yang menjadi permasalahan ini monoton mengenai kau, sebaliknya denganmu. Walau memang rasa ini tidak ada yang tau selain kau dan aku, tapi kita sangat asik untuk merasakan hal ini secara diam diam.
Ribuan orang disana tau kita, tapi mereka tak tau apa yang kita rasakan mereka tak tau guncangan hati ini yang menyebabkannya bergejolak lalu menumpahkan tetesan setetes demi setetes, dan mereka itu gak tau apa tai tainya kita.
Aku sangat menyayangkan sekali komitmen yang kita buat, hal yang kita rencanakan dan semua khayalan kita. Tapi kenapa kau pula yang menjadikannya berbalik seperti kau menelan ludahmu sendiri? Aku tau akupun begitu, tapi aku kesaaaal. Kesal karena saat aku sudah kembali lalu kau yang hilang seperti tak kutemukan titik bersatunya kita untuk mencapai satu mufakat yang saling kita adukan saat mempertahankan argumen kita masing masing.
Tapi aku bingung, kenapa begitu sering dan begitu banyaknya perbedaan yang tak saling bertemunya satu titik kesepakatan tapi rasa aku dan kau tak juga berkunjung usai. Tak pernah ada rasa yang ingin beradu untuk selesai, hanya saja terasa sering kita sama sama menggantungkan perasaan. Tak ada hari tanpa marahan, itulah kita. Kita yang terlalu kuat untuk mempertahankan ego masing masing. Dan sekarang kita menjadi lelah untuk saling mengutarakannya, kita hanya bisa diam dan saling mengamati apa yang terjadi diantara kita.
Jika kau temukan rasa yang aneh saat aku dekat yang lain itu adalah hal konyol yang persis aku rasakan dulu, terkesan seperti berbalas tapi semua ini bukan disengaja atau sudah terencana hanya saja lagi-lagi kita dipermainkan oleh perputaran waktu yang membuatnya seperti sama.
Aku hanya bisa berharap kau dan aku bisa menjadi seorang yang memiliki jalan pikiran yang sama,sepaham dan mengerti akan segalanya, sehingga tak ada lagi debat argumen yang menggemuruhkan hatimu dan hatiku :")
0 komentar