Jangan jadikan Aku Istrimu~
Agustus 14, 2012
Jangan jadikan Aku Istrimu,
jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain,
kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu,
melihatmu begitu pulas,
wajah
mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnapun takkan mengalihkan
pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan Jadikan Aku istrimu,
jika nanti kamu enggan bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam,
sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku,
membuat badanku pegal dan tak bisa tidur sesukaku.
Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka maupun sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita.
kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku,
padamu aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidurmu yang tidak bisa di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita bercinta,
kamu
harus tahu aku menikmati kebersamaan denganmu dan mendengar rayuan
gombalmu yang lebih terdengar lucu dari pada romantis adalah saat2 yang
ku tunggu..
Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menceraikan diriku
kamu tahu betul kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen kita untuk hidup bersama.
Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika
nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperinagtkan
kesalahanku, sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar
kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,
jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu dengan teman-temanmu.
Sedang
seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dengan setrikaan yang
menumpuk dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku, anak dan rumah
bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi
pembantu tapi pendamping hidupmu dan jika boleh memilih aku akan
memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tahu
bagaimana rasanya.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,
jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga.
Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga larema kita tidak hidup hari ini saja.
Jangan Pilih Aku Jadi Istrimu,
jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu.
Meski
aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan ku biarkan kata-katamu
menyakitiku bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan,
bukan hanya seseorang yang sedap di pandang mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi menyapa.
Rupa
adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu
akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,
jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang.
Kamu
tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya
tuguhku karena aku tidak punya waktu untuk diriku sedang kamu selalu
menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan Buru-buru Menjadikan Aku Istrimu,
jika
saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan
beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu
tidak tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama
teman-temanku untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon dan tidak
ingin apa yang di sebut "kewajiban" membuatku terisolasi dari
pergaulan aku semakin d sibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah
bukan untuk menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita
tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan
kewajiban.
Jangan Buru-buru Menikahiku,
jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mimpi muda aku hanya akan menjad ipenghalang untuk langkahmu itu,
meski menikah denganmu adalah
impian terbesarku,
aku
tidak akan keberatan menunda itu demi cita-citamu karena aku juga
punya cita-cita dan aku tahu bagaimana rasanya jika berhasil
meraihnya.
Jangan Buru-buru Menikahiku,
jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaanya.
Bagiku hidup lebih lebih dari angka yang kita sebut umur,
aku tidak ingin menikah karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali hanya karena terburu-buru.
Jangan Buru-buru Menikahiku,
jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan,
aku
takkan keberatan membetulkan genting rumah dan berubah menjadi satpam
untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu,
jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu.
Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan,
aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.
Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika
kamu masih berpikir kamulah cinta pertamaku sedang setiap hari aku
masih harus mendengar nama-nama mantanmu dan berusaha sekuat tenaga
menghilangkan rasa cemburu yang mungkin tidak beralasan tapi kamu harus
yakin,
kamulah cinta terakhir dan satu-satunya cinta yang ingin ku jalani sampai akhir hayatku...
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu,
jika
kamu pikir bisa menduakan cinta kamu mungkin tak tahu seberapa besar
aku mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti
diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu,
jika
kamu berpikir aku mencari kesempurnaan jangan pernah berpikir
menjadikanku sebagai istrimu jika kamu belum tahu satu saja alasan
karena aku harus menerimamu sebagai suamiku.
0 komentar